SURABAYA – ABAHTINDIK.COM – Di tengah arus informasi digital yang deras, H. Muhajir Wahyu Ramadhan memilih satu langkah sederhana untuk mendidik anak-anaknya. Ia tidak sekadar membatasi penggunaan ponsel. Ia melatih cara berpikir mereka.
Setiap malam, anak-anaknya wajib menyampaikan satu laporan kejadian yang mereka lihat atau alami langsung. Formatnya tidak boleh berubah. Harus memakai 5W 1H.
Mereka menjawab dengan kalimat lengkap.
- What. Apa yang terjadi.
- Who. Siapa yang terlibat atau melihat.
- When. Kapan kejadian itu terjadi.
- Where. Di mana peristiwa itu berlangsung.
- Why. Mengapa hal itu bisa terjadi.
- How. Bagaimana proses kejadiannya.
Ia menekankan perbedaan antara fakta dan dugaan. Fakta adalah yang dilihat langsung. Dugaan adalah yang belum pasti. Dugaan tidak boleh disebarkan.

Keterangan Foto:
Ilustrasi format Laporan Harian Anak yang diterapkan H. Muhajir Wahyu Ramadhan untuk melatih anak berpikir logis melalui metode 5W 1H. Setiap kejadian dicatat berdasarkan fakta dan dugaan, lalu ditutup dengan pelajaran harian. Dok. Abahtindik.com
Setiap laporan ditutup dengan satu kesimpulan. Anak harus menyebutkan pelajaran yang mereka dapat hari itu. Dari pertengkaran teman, sepeda jatuh, hingga kejadian kecil di rumah, semua dijadikan bahan belajar logika.
Menurutnya, anak-anak hari ini memegang ponsel setiap hari. Mereka menerima informasi tanpa henti. Jika tidak dilatih berpikir runtut, mereka mudah terpengaruh cerita yang belum jelas.
Metode ini menjadi disiplin harian. Singkat. Jelas. Tanpa basa-basi.
Ia mengajak orang tua lain melakukan hal serupa. Bagikan tautan ini kepada anak-anak Anda. Ajari mereka berpikir logis, bukan berpikir negatif.
Reporter: Agoes Rubianto
Editor: Kiki Juanda











