Headline

Rekonstruksi Jalan Kaligawe Semarang–Demak Dipercepat, 700 Meter Ruas Rawan Genangan Ditinggikan dengan Beton

31
×

Rekonstruksi Jalan Kaligawe Semarang–Demak Dipercepat, 700 Meter Ruas Rawan Genangan Ditinggikan dengan Beton

Sebarkan artikel ini

SEMARANG – abahtindik.com | Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta (BBPJN Jateng–DIY) melakukan rekonstruksi pada ruas Jalan Kaligawe arah Demak sepanjang 700 meter sejak Desember 2025.

Penanganan dilakukan dengan meninggikan elevasi badan jalan dan mengganti struktur perkerasan menjadi rigid pavement atau beton semen guna mengatasi persoalan genangan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Ruas Kaligawe merupakan bagian dari koridor Pantai Utara (Pantura) Jawa yang menghubungkan Kota Semarang dengan Kabupaten Demak dan menjadi jalur distribusi logistik sekaligus mobilitas harian masyarakat. Selama beberapa tahun terakhir, segmen ini dikenal sebagai salah satu titik rawan genangan, terutama saat curah hujan tinggi dan kenaikan muka air laut.

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga mempercepat kerusakan perkerasan jalan akibat beban kendaraan berat dan paparan air yang terus-menerus. Rekonstruksi yang tengah berlangsung difokuskan pada peninggian badan jalan untuk menyesuaikan elevasi terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Selain itu, penggunaan struktur beton dipilih karena memiliki daya tahan lebih tinggi terhadap rendaman air dibandingkan perkerasan lentur (aspal). Dengan metode ini, jalan diharapkan memiliki umur layanan lebih panjang serta meminimalkan kebutuhan perbaikan berulang. Memasuki periode arus mudik Lebaran 2026, BBPJN Jateng–DIY memastikan jalur yang sedang ditangani tetap dapat dilalui kendaraan.

Ruas tersebut telah disiapkan dalam kondisi fungsional agar tidak menghambat pergerakan pemudik yang melintasi koridor Semarang–Demak, salah satu akses utama di jalur Pantura. Pengaturan lalu lintas dilakukan secara teknis di lapangan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mempertahankan kapasitas arus kendaraan.

Sesuai ketentuan penanganan infrastruktur pada masa angkutan Lebaran, pekerjaan konstruksi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali setelah H+10 Lebaran 2026. Kebijakan ini bertujuan menjaga kelancaran lalu lintas saat volume kendaraan meningkat signifikan, sekaligus memberi ruang optimal bagi mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik. Secara teknis, peninggian badan jalan pada segmen Kaligawe menjadi bagian dari strategi adaptif terhadap tantangan lingkungan pesisir.

Kawasan ini berada pada dataran rendah yang rentan terhadap genangan dan penurunan tanah. Oleh karena itu, rekonstruksi tidak hanya berorientasi pada perbaikan permukaan, tetapi juga pada peningkatan ketahanan struktur jalan dalam jangka panjang. Penanganan tersebut diharapkan mampu mengurangi potensi gangguan lalu lintas akibat genangan saat cuaca ekstrem.

Selain meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, perbaikan ini juga mendukung kelancaran arus logistik di jalur nasional yang memiliki peran vital dalam pergerakan barang antarwilayah.

Reporter: Bambang Setiawan, SH
Editor: Rijen Senario
Sumber: BBPJN Jateng – DIY

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.