PAMEKASAN – abahtindik.com | Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah/2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pamekasan mempersiapkan pemeliharaan rutin sepanjang 162,7 kilometer jalan provinsi di Pulau Madura. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari dukungan infrastruktur guna memastikan perjalanan pemudik berlangsung aman dan lancar.
Kepala UPT PJJ Pamekasan, Ir. Mohamad Hasan Busri, M.T., menegaskan bahwa wilayah penanganan hanya mencakup Kabupaten Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Kabupaten Bangkalan tidak termasuk dalam cakupan karena tidak memiliki ruas jalan berstatus milik provinsi.
Pemeliharaan yang dilakukan bersifat preventif dengan sasaran kerusakan ringan hingga sedang, seperti penambalan lubang, perawatan bahu jalan, serta pembenahan elemen pendukung lainnya. Strategi ini bertujuan menjaga kemantapan kondisi jalan sebelum terjadi peningkatan signifikan volume kendaraan saat puncak arus mudik dan balik.
Menurut Hasan Busri, pendekatan berbasis prioritas diterapkan dengan fokus pada ruas-ruas berintensitas lalu lintas tinggi dan memiliki fungsi strategis sebagai penghubung antarwilayah di Madura. Jalur-jalur tersebut selama ini menjadi akses utama mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pergerakan ekonomi yang cenderung meningkat menjelang dan sesudah Lebaran.
Kondisi jalan yang terjaga dinilai menjadi faktor krusial dalam menekan potensi gangguan perjalanan, memperkecil risiko kecelakaan, serta menjaga stabilitas arus kendaraan selama periode mudik 2026. Karena itu, seluruh pekerjaan direncanakan mengacu pada kondisi riil di lapangan dengan pengawasan dan evaluasi berkelanjutan.
Melalui langkah ini, UPT PJJ Pamekasan menargetkan jalur mudik di wilayah Sampang, Pamekasan, dan Sumenep tetap dalam kategori layak dan aman dilalui, sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan perjalanan yang lebih tertib dan minim hambatan.
Reporter: Rijen Senario
Editor: Subardi, SE











