EkbisHeadline

Jasamarga Proyeksikan Puncak Mudik Lebaran 2026 di Surabaya, GT Warugunung Capai 36.675 Kendaraan dan Konstruksi Dihentikan

3901
×

Jasamarga Proyeksikan Puncak Mudik Lebaran 2026 di Surabaya, GT Warugunung Capai 36.675 Kendaraan dan Konstruksi Dihentikan

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – abahtindik.com | PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memproyeksikan puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 di wilayah Surabaya akan terjadi pada Sabtu, 21 Maret 2026, dengan titik konsentrasi di Gerbang Tol (GT) Warugunung.

Pada tanggal tersebut, volume kendaraan diperkirakan mencapai 36.675 unit atau melonjak signifikan dibandingkan lalu lintas harian normal.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan bahwa lonjakan di GT Warugunung diprediksi meningkat hingga 82 persen dibandingkan periode mudik tahun sebelumnya.

Secara nasional, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, namun secara regional di wilayah Surabaya dan sekitarnya, puncak tertinggi diproyeksikan terjadi tiga hari setelahnya.

Selain GT Warugunung, kepadatan kendaraan juga diperkirakan terjadi di Gerbang Tol Kejapanan Utama, Pasuruan, dengan puncak arus mudik diprediksi berlangsung pada Minggu, 22 Maret 2026. Lonjakan di titik tersebut dipicu tingginya mobilitas perjalanan antarwilayah, baik untuk pulang kampung maupun kunjungan silaturahmi lintas kota.

Untuk periode arus balik, Jasamarga memproyeksikan kepadatan akan terjadi secara bersamaan di GT Warugunung dan GT Kejapanan Utama pada Selasa, 24 Maret 2026. Volume kendaraan saat arus balik bahkan diprediksi meningkat lebih dari 120 persen dibandingkan kondisi normal, menjadikannya salah satu periode tersibuk di ruas Tol Trans Jawa.

Sebagai langkah antisipatif, Jasamarga menghentikan sementara seluruh pekerjaan konstruksi di sepanjang ruas tol mulai 11 Maret 2026.

Kebijakan ini diambil untuk meminimalkan potensi hambatan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik.
Meski pekerjaan konstruksi dihentikan, perusahaan tetap menyiagakan tim pemeliharaan jalan selama 24 jam.

Sebanyak 14 tim disiapkan untuk penanganan lubang, genangan air, maupun potensi gangguan teknis lainnya, termasuk risiko longsor di sejumlah titik rawan. Selain itu, 12 unit pompa air dikerahkan guna mempercepat penanganan genangan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Penguatan operasional juga dilakukan dengan menempatkan ratusan personel di titik-titik strategis sepanjang Tol Trans Jawa, khususnya di ruas Ngawi–Kertosono hingga Surabaya–Gempol.

Personel tersebut bertugas memberikan layanan informasi, pengaturan lalu lintas, serta bantuan darurat kepada pengguna jalan.
Langkah ini diharapkan mampu memastikan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di wilayah Surabaya dan sekitarnya berlangsung aman, lancar, dan terkendali, seiring proyeksi peningkatan mobilitas masyarakat yang signifikan.

Reporter: Ibnu Aji Sesario
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.