Lumajang | abahtindik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus memperkuat pemeliharaan jaringan irigasi guna menjaga kelancaran distribusi air ke lahan pertanian. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), pemerintah daerah telah menangani 21 titik jaringan irigasi sepanjang Juni 2026 melalui pemeliharaan rutin serta tindak lanjut atas laporan masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bagi sektor pertanian tetap terpenuhi sehingga produktivitas lahan, hasil panen, dan ketahanan pangan daerah dapat terus terjaga. Pemeliharaan juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan infrastruktur pendukung pertanian di Kabupaten Lumajang.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Lumajang, Endah Mardiana, mengatakan jaringan irigasi merupakan infrastruktur vital yang berperan penting dalam menunjang sektor pertanian. Oleh karena itu, pemeliharaan dilakukan secara berkelanjutan dengan mengombinasikan inspeksi rutin dan respons cepat terhadap setiap laporan kerusakan yang disampaikan masyarakat.
“Jaringan irigasi merupakan infrastruktur yang sangat penting bagi sektor pertanian. Karena itu kami terus melakukan pemeliharaan rutin sekaligus merespons setiap laporan masyarakat agar distribusi air ke lahan pertanian tetap berjalan optimal,” ujar Endah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (1/7/2026).
Berdasarkan data Dinas PUTR Kabupaten Lumajang, dari total 21 kegiatan penanganan jaringan irigasi yang dilaksanakan selama Juni 2026, sebanyak 13 kegiatan atau sekitar 62 persen merupakan tindak lanjut atas aduan masyarakat. Sementara delapan kegiatan lainnya atau sekitar 38 persen merupakan bagian dari program pemeliharaan rutin yang telah dijadwalkan pemerintah daerah.
Wilayah Korwil Yosowilangun menjadi kawasan dengan jumlah penanganan terbanyak, yakni tujuh kegiatan. Selanjutnya Korwil Tempeh dan Korwil Pasirian masing-masing mencatat lima kegiatan pemeliharaan. Perbaikan juga dilakukan di wilayah Sukodono, Lumajang, dan Jatiroto berdasarkan hasil pemantauan lapangan serta laporan yang diterima dari masyarakat.
Selain melakukan perbaikan fisik, Dinas PUTR juga terus meningkatkan pemantauan kondisi jaringan irigasi secara berkala. Penanganan diprioritaskan berdasarkan tingkat kerusakan agar aliran air menuju lahan pertanian tetap lancar dan tidak mengganggu aktivitas para petani.
Endah menegaskan keterlibatan masyarakat, khususnya kelompok tani, menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan fungsi jaringan irigasi. Menurutnya, laporan yang disampaikan masyarakat memungkinkan pemerintah melakukan penanganan lebih cepat sebelum kerusakan semakin meluas.
“Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur irigasi. Kami mengajak masyarakat dan kelompok tani segera melaporkan apabila menemukan kerusakan jaringan irigasi sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” jelasnya.
Melalui program pemeliharaan yang dilakukan secara berkelanjutan dan respons cepat terhadap setiap aduan masyarakat, Pemkab Lumajang menegaskan komitmennya menjaga fungsi jaringan irigasi sebagai penopang sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah. Upaya tersebut diharapkan mampu mempertahankan produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Lumajang.
Editor: Respati
Sumber: abahtindik.com











