NasionalPemerintahan

Arik Hariyono Soroti Lelang BTN 2026: Target 10.000 Aset, KPR Bunga Mulai 5 Persen

5
×

Arik Hariyono Soroti Lelang BTN 2026: Target 10.000 Aset, KPR Bunga Mulai 5 Persen

Sebarkan artikel ini

DJKN Jatim mencatat 2.754 aset mengikuti Lelang Akbar BTN 2026 dengan tingkat laku 26 persen. BTN menawarkan KPR berbunga mulai 5 persen.

Surabaya, Analisapublik.id – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memperkuat kerja sama penjualan aset agunan melalui Lelang Akbar BTN 2026 yang menargetkan 10.000 unit aset secara nasional, dengan menawarkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berbunga mulai 5 persen.

Program tersebut dibahas dalam Workshop Lelang Akbar bertajuk Peluang Investasi Properti 2026 di Hotel Sheraton Surabaya, Kamis 22 Oktober 2026, yang dihadiri jajaran BTN, DJKN, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), serta pelaku properti.

Kepala Kantor Wilayah DJKN Jawa Timur, Arik Hariyono, mengungkapkan bahwa hingga Oktober 2026 sebanyak 2.754 aset telah mengikuti proses lelang dengan tingkat keberhasilan penjualan sebesar 26 persen.

“Kami juga mencatat capaian yang sangat membanggakan hingga saat ini, di mana telah terlaksana lelang sebanyak 2.754 unit aset dengan tingkat laku lelang sebesar 26 persen,” ujar Arik.

Jumlah aset yang telah dilelang tersebut setara 27,54 persen dari target nasional, sehingga masih terdapat 7.246 unit aset yang belum mencapai tahapan pelaksanaan lelang sesuai target tahun ini.

Arik menyebut tingkat keberhasilan penjualan tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan bank lain dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Menurutnya, peningkatan hasil lelang membutuhkan kelengkapan dokumen, transparansi prosedur, kepastian hukum, pemasaran digital, serta koordinasi antara BTN, DJKN, dan KPKNL.

Ia juga mengapresiasi Regional BTN Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara yang disebut mencatatkan pendaftaran serta realisasi lelang laku tertinggi di antara regional BTN lainnya.

Sementara itu, Senior Executive Vice President Asset Management BTN, Benjamen Sihombing, menjelaskan bahwa sejumlah properti yang ditawarkan berpotensi memiliki harga 30 hingga 40 persen lebih rendah dibandingkan nilai pasar, bergantung pada lokasi dan kondisi aset.

Sebagai gambaran, properti dengan perkiraan harga pasar Rp100 juta dapat memiliki harga penawaran awal sekitar Rp60 juta hingga Rp70 juta, meskipun harga akhir tetap ditentukan melalui proses lelang.

Benjamen menyebut hampir 90 persen aset lelang BTN berupa rumah tapak yang dapat menjadi pilihan hunian maupun investasi.

Untuk mendukung pembelian, BTN menyediakan fasilitas KPR dengan bunga mulai 5 persen yang berlaku tetap selama lima tahun pertama, sesuai persyaratan program dan hasil analisis kelayakan kredit.

Masyarakat dapat mencari informasi aset melalui platform balé Lelang BTN dan aplikasi balé by BTN, sedangkan proses lelang melalui KPKNL dapat diakses melalui https://lelang.go.id.

BTN juga menyampaikan perhatian terhadap kelengkapan legalitas dan kondisi penguasaan aset, termasuk upaya memastikan properti yang dipasarkan bebas penghuni.

Calon pembeli tetap perlu memeriksa dokumen kepemilikan, kondisi fisik bangunan, biaya transaksi, serta ketentuan bunga KPR setelah masa bunga tetap berakhir.

Dalam kegiatan tersebut, pengamat properti Panangian Simanungkalit memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,6 persen pada 2026 dan 6 persen pada 2027, yang menurutnya dapat mendukung permintaan hunian dan aktivitas investasi properti.

Arik menegaskan bahwa optimalisasi lelang tidak hanya bertujuan mempercepat penyelesaian aset agunan dan pengelolaan kredit bermasalah, tetapi juga harus memperhatikan keterbukaan informasi serta perlindungan kepentingan para pihak.

Workshop di Surabaya merupakan kelanjutan kegiatan Lelang Akbar BTN 2026 yang sebelumnya berlangsung di Menara BTN, Jakarta, pada Mei 2026.

BTN bersama DJKN dan KPKNL akan terus mengoptimalkan pelaksanaan lelang untuk meningkatkan jumlah aset yang ditawarkan sekaligus memperbesar tingkat keberhasilan penjualan hingga akhir 2026.

Reporter: Rijen Senario

Redaktur: Aris Setyoadji

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.