ACEH TENGGARA — abahtindik.com | Upaya pengendalian banjir dan penguatan infrastruktur sumber daya air kembali diperkuat pemerintah melalui penanganan Sungai Lawe Alas yang berada di Desa Kute Mulie, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I dengan fokus pada normalisasi alur sungai serta perkuatan tanggul guna menjaga stabilitas kawasan bantaran.
Penanganan dilakukan pada segmen Sungai Lawe Alas yang selama ini memiliki potensi kerentanan terhadap erosi tebing dan luapan air, terutama saat terjadi peningkatan debit pada musim hujan. Lokasi pekerjaan berada di Desa Kute Mulie yang menjadi salah satu wilayah terdampak langsung apabila terjadi gangguan pada aliran sungai.
Secara teknis, pekerjaan mencakup normalisasi sungai untuk mengembalikan fungsi alur air agar tetap optimal, sekaligus pemasangan bronjong sebagai struktur perkuatan tebing. Metode bronjong digunakan karena dinilai efektif dalam menahan tekanan aliran air serta mencegah longsoran tanah di sisi sungai.
Penanganan ini dilakukan sepanjang 200 meter pada titik yang menjadi prioritas penguatan.
Pelaksanaan kegiatan ini berada di bawah koordinasi @pu_sda_sumatera1 sebagai bagian dari program penguatan infrastruktur sumber daya air yang berkelanjutan.
Setiap tahapan pekerjaan dilakukan secara terukur, mulai dari persiapan, pelaksanaan konstruksi, hingga penyelesaian akhir, dengan mengacu pada perencanaan teknis yang telah ditetapkan.
Hingga saat ini, seluruh pekerjaan telah dinyatakan rampung 100 persen.
Penyelesaian tersebut menandai bahwa struktur pengendali yang dibangun telah siap berfungsi dalam menjaga kestabilan aliran Sungai Lawe Alas serta memperkuat ketahanan tebing terhadap potensi kerusakan.
Dengan selesainya pekerjaan ini, diharapkan aliran sungai dapat tetap terkendali dalam berbagai kondisi, termasuk saat terjadi peningkatan debit air. Perkuatan tanggul menggunakan bronjong juga memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi kawasan sekitar, khususnya permukiman masyarakat yang berada di dekat bantaran sungai.
Keberadaan infrastruktur ini menjadi langkah preventif dalam mengurangi risiko banjir yang sebelumnya berpotensi terjadi akibat meluapnya air sungai.
Selain itu, stabilitas tebing yang lebih terjaga diharapkan mampu mengurangi ancaman kerusakan lingkungan serta gangguan terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Kementerian Pekerjaan Umum dalam memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi melalui pembangunan infrastruktur yang berbasis mitigasi risiko.
Penanganan Sungai Lawe Alas di Desa Kute Mulie menjadi salah satu contoh intervensi teknis yang difokuskan pada perlindungan kawasan rawan serta peningkatan kualitas sistem pengelolaan sumber daya air.
Sumber: Kementerian PU
Reporter: Ibnu Aji
Editor: Respati











