HeadlinePendidikan

Ketua MKKS SMK Surabaya Anton Sujarwo Utamakan Pendekatan Kekeluargaan untuk Perkuat Soliditas Kepala Sekolah

46
×

Ketua MKKS SMK Surabaya Anton Sujarwo Utamakan Pendekatan Kekeluargaan untuk Perkuat Soliditas Kepala Sekolah

Sebarkan artikel ini

Ketua MKKS SMK Surabaya Anton Sujarwo mengandalkan komunikasi terbuka dan pendekatan kekeluargaan untuk memperkuat koordinasi kepala sekolah.

Surabaya, Abahtindik.com – Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Surabaya, Anton Sujarwo, menekankan pentingnya kepemimpinan yang mengutamakan komunikasi terbuka dan pendekatan kekeluargaan untuk menjaga soliditas antarkepala sekolah dalam wawancara di sela Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Ballroom Excotel Hotel Surabaya.

Anton yang juga menjabat Kepala SMKN 1 Surabaya mengungkapkan bahwa memimpin organisasi beranggotakan para kepala sekolah membutuhkan kemampuan memahami perbedaan karakter, pengalaman, dan pandangan setiap anggota.

Sejak dipercaya memimpin MKKS SMK Kota Surabaya pada Mei 2025, ia menghadapi tantangan menyatukan berbagai pemikiran dari sesama pemimpin lembaga pendidikan.

Menurut Anton, keberhasilan memimpin organisasi tidak cukup hanya mengandalkan kewenangan jabatan, tetapi membutuhkan kesabaran dan kemampuan merangkul seluruh anggota.

“Kuncinya adalah bisa ngemong,” tegas Anton.

Ia menjelaskan bahwa setiap kepala sekolah memiliki tanggung jawab dan pengalaman kepemimpinan masing-masing sehingga perbedaan pendapat menjadi bagian dari dinamika organisasi.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Anton memilih membangun komunikasi melalui pendekatan persuasif, termasuk membuka ruang diskusi informal di luar rapat resmi.

Percakapan santai, seperti berbincang sambil menikmati kopi, dinilainya efektif untuk mendengarkan aspirasi dan mencari kesepahaman tanpa sekat formalitas.

“Nah, di sinilah letak sulitnya. Sebab, anggota memiliki ego masing-masing,” ujarnya.

Anton menilai kemampuan mengelola perbedaan menjadi faktor penting agar koordinasi antarkepala sekolah tidak terganggu oleh kepentingan maupun pandangan individual.

Selain menjaga hubungan organisasi, ia harus membagi waktu antara tugas sebagai Kepala SMKN 1 Surabaya dan tanggung jawab memimpin MKKS.

Kesibukan menjalankan dua jabatan tersebut diakuinya terkadang mengurangi waktu bersama keluarga.

Meski demikian, Anton memandang kedua tanggung jawab itu sebagai amanah yang harus dijalankan secara profesional.

Melalui kepemimpinannya, Anton berharap MKKS SMK Kota Surabaya mampu memperkuat kerja sama antarsekolah, menyelaraskan program pendidikan, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan kejuruan.

Namun, materi wawancara belum merinci program prioritas, target capaian, maupun mekanisme evaluasi organisasi selama masa kepemimpinannya.

Kejelasan program tersebut diperlukan untuk mengetahui sejauh mana pendekatan kekeluargaan dapat diterjemahkan menjadi kerja sama yang memberikan manfaat bagi sekolah, guru, dan peserta didik.

Anton menegaskan bahwa kekompakan organisasi perlu dibangun melalui kesediaan mendengarkan aspirasi, menghormati perbedaan, dan menjaga komunikasi berkelanjutan.

Ke depan, penguatan koordinasi MKKS diharapkan mampu mendorong kolaborasi nyata antarsekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi di Kota Surabaya.

Reporter: Rijen Senario
Redaktur: Aris Setyoadji

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.